Tak Tahan Melihat Anies-Sandi Dilantik, Djarot Ngacir ke Labuan Bajo

JAKARTA - Anies Baswedan menjawab saat ditanya kepergian Djarot Saiful Hidayat ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur di hari pelantikannya, Senin (16/10). Padahal, Djarot dijadwalkan untuk serah terima jabatan dengan Anies di Balai Kota DKI Jakarta.

"Saya rasa masyarakat Indonesia sudah bisa menilai dengan dewasa. Kita ingin proses demokrasi berjalan dengan baik," ujar Anies serasa tersenyum, sesaat sebelum meninggalkan kediamannya di Lebak Bulus II Dalam, Cilandak, Jakarta Selatan.

Anies mengucapkan secara khusus terima kasihnya ke mantan wali kota Blitar tersebut selama menjadi wakil gubernur hingga beberapa bulan memegang amanah sebagai gubernur DKI. Dia mendoakan pengabdian Djarot dicatat sebagai amal baik. "Mudah-mudahan pengabdian beliau dicatat sebagai amal soleh, dan insya Allah akan tetap dibantu untuk membenahi Jakarta," ujar dia.

Djarot diketahui berangkat bersama keluarganya ke Labuan Bajo Senin ini. Beberapa hari lalu, Djarot memang mengatakan akan berlibur setelah resmi tidak menjabat sebagai gubernur. Namun, dia tidak pernah mengatakan akan pergi pada hari pelantikan Anies-Sandi.



source: republika.co.id

Ini Bukti Rezim Jokowi Anti Umat Islam

JAKARTA - Tanda-tanda jika Jokowi sangat membenci umat Islam kembali terbukti setelah Sang 'megabintang' dunia medsos, Jon Riah Ukur Ginting resmi menjadi tahanan Kepolisian Daerah Metro Jaya. Penahanan dilakukan setelah ia diperiksa sejak Kamis (28/9/2017) sore hingga dini hari.

Sementara alangkah jomplang manakala pendukung Jokowi seperti politikus NasDem Vicktor Laiskodat dan Nathan yang jelas menghina agama Islam, justru bebas lenggang kangkung tanpa diproses hukum.

"Pemeriksaan dari sore kemarin itu sampai lewat tengah malam, dinihari, sebetulnya dari proses penyelidikan, tiba-tiba tersangka, langsung ditahan," ujar Djuju Purwantoro dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) pada Jumat (29/9).

Pria yang akrab dipanggil Jonru Ginting tersebut dijerat Pasal 28 Ayat 2 UU ITE dengan ancamannya di atas lima tahun penjara. Djuju merasa penahanan terhadap kliennya terlalu dipaksakan. Pasalnya, alasan yang disampaikan kepolisian hanya karena ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

"Jadi terlalu dipaksakan, terlalu subyektif sekali karena hanya gara-gara ancamannya di atas lima tahun, kalau sudah seperti itu selalu penyidik jadi memiliki keputusan yang angat represif, luar biasa dan subyektif," ujar Djuju.

Pemeriksaan atas Jonru kemarin merupakan penjadwalan ulang dari agenda sebelumnya. Karena pada Ahad (24/9) pria fenomenal tersebut mangkir dari panggilan kepolisian. Sebelumnya, Jonru dilaporkan oleh pengacara Muannas Alaidid atas tuduhan ujaran kebencian. Muannas menganggap unggahan Jonru di akun Facebook mengandung sentimen SARA.

Muannas sendiri sudah diperiksa oleh kepolisian pada Senin (4/9). Selain itu polisi juga meminta keterangan dari dua saksi, yakni Guntur Romli dan Slamet Abidin.

Setelah Bela Penista Agama Islam, Syafii Maarif Kembali Bela PKI


JAKARTA - Mantan Ketua PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif merasa bosan ketika kembali berbicara soal Partai Komunis Indonesia (PKI) yang pernah ada di Indonesia. Ia menilai isu kebangkitan PKI yang mencuat akhir-akhir ini merupakan isu murahan.

"Sebetulnya komunisme sudah tidak laku, karena ia bersifat anti-kemanusiaan," ujar Syafii dalam sebuah acara di stasiun televisi tvone, Selasa (19/9/2017).

Selain itu, Syafii tidak percaya jika PKI akan bangkit lagi di Indonesia. "Kalau dikatakan bahwa PKI bangkit sekali saya nggak percaya itu. Bangkit mau apa lagi sudah dikubur kok," jelasnya.

Pembelaannya pada PKI tersebut makin menguatkan jika Syafii munafikun yang telah dibutakan mata hatinya oleh Allah SWT. Sebelumnya Syafii pernah mati-matian membela Ahok, si Penista agama Islam dan menyalahkan umat Islam yang berunjukrasa.


sumber: republika


ICMI Desok Rezim Jokowi Tak 'Membantai' Simpatisan HTI

JAKARTA - Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia Jimly Asshiddiqie menyambut baik rencana pemerintah untuk menerbitkan surat keputusan bersama (SKB) terkait peringatan dan pembinaan terhadap mantan anggota Hizbut Tahrir Indonesia.

"Ya kalau SKB untuk pembinaan tidak apa-apa, itu perlu," ujar dia saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (9/8).

Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) justru juga berharap pemerintah turut memasukkan unsur-unsur yang dapat memperkuat pendidikan moral bangsa, dalam penyusunan naskah SKB eks anggota HTI itu. "Misalnya, nanti dalam implementasi, selain pembinaan juga ada penataran soal Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Saya kira perlu itu penataran ulang P4," tuturnya.

Kendati mendukung rencana pemerintah, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Bidang Hukum dan Ketatanegaraan pada 2009-2010 ini menegaskan, bahwa dikeluarkannya SKB yang dikoordinasikan oleh Kemenko Polhukam itu, jangan sampai menjadi awal timbulnya praktik persekusi terhadap bekas aktivis HTI.

"Jangan sampai dipakai untuk persekusi, itu bisa melanggar HAM. Bangsa kita ini suka latah, terbukti pada tahun 1965. Sudah lingkungan tidak bebas, masalah jadi melebar ke mana-mana, ini jangan sampai begitu," ucap dia.(hd/rp)

Wanita Mengaku Nabi Palsu Gentayangan di Youtube

JAKARTA - Seorang wanita yang mengaku nabi setelah Nabi Muhammad menggegerkan jagad media sosial. Wanita tersebut mengaku terpilih untuk melanjutkan tugas kenabian setelah nabi besar Muhammad Shalallahu Alaihi Wasalam.

Wanita yang berbaju kurung dan berkerudung hijau tersebut mendatangi pemerintahan kota Makassar dan berceramah mengaku sebagai nabi baru yang diutus langsung dan mendapat wahyu dari langit.

Wanita yang tidak diketahui namanya tersebut menjelaskan dunia sebentar lagi akan kiamat, untuk itu dia diperintahkan untuk menyerukan manusia agar segera hijrah ke Makassar dan segera masuk ke dalam agama Islam.

Saat ini video tersebut sudah disebar oleh beberapa akun Youtube. Tidak diketahui siapa nama wanita itu.
Wanita itu mengaku jika rumahnya di Boron Jambu Makassar.

Jika menyimak dari video, mulanya wanita itu berbicara seperti bahasa Arab. Dikatakannya, jika ia juga mendapat mukjizat Alquran.

"Saya diberi petunjuk agar mengungsilah seluruh umat ke Indonesia Makassar karena dunia akan hancur. Masuklah semua Islam," ucapnya. (ert)