ICMI Desok Rezim Jokowi Tak 'Membantai' Simpatisan HTI

JAKARTA - Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia Jimly Asshiddiqie menyambut baik rencana pemerintah untuk menerbitkan surat keputusan bersama (SKB) terkait peringatan dan pembinaan terhadap mantan anggota Hizbut Tahrir Indonesia.

"Ya kalau SKB untuk pembinaan tidak apa-apa, itu perlu," ujar dia saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (9/8).

Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) justru juga berharap pemerintah turut memasukkan unsur-unsur yang dapat memperkuat pendidikan moral bangsa, dalam penyusunan naskah SKB eks anggota HTI itu. "Misalnya, nanti dalam implementasi, selain pembinaan juga ada penataran soal Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Saya kira perlu itu penataran ulang P4," tuturnya.

Kendati mendukung rencana pemerintah, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Bidang Hukum dan Ketatanegaraan pada 2009-2010 ini menegaskan, bahwa dikeluarkannya SKB yang dikoordinasikan oleh Kemenko Polhukam itu, jangan sampai menjadi awal timbulnya praktik persekusi terhadap bekas aktivis HTI.

"Jangan sampai dipakai untuk persekusi, itu bisa melanggar HAM. Bangsa kita ini suka latah, terbukti pada tahun 1965. Sudah lingkungan tidak bebas, masalah jadi melebar ke mana-mana, ini jangan sampai begitu," ucap dia.(hd/rp)

Wanita Mengaku Nabi Palsu Gentayangan di Youtube

JAKARTA - Seorang wanita yang mengaku nabi setelah Nabi Muhammad menggegerkan jagad media sosial. Wanita tersebut mengaku terpilih untuk melanjutkan tugas kenabian setelah nabi besar Muhammad Shalallahu Alaihi Wasalam.

Wanita yang berbaju kurung dan berkerudung hijau tersebut mendatangi pemerintahan kota Makassar dan berceramah mengaku sebagai nabi baru yang diutus langsung dan mendapat wahyu dari langit.

Wanita yang tidak diketahui namanya tersebut menjelaskan dunia sebentar lagi akan kiamat, untuk itu dia diperintahkan untuk menyerukan manusia agar segera hijrah ke Makassar dan segera masuk ke dalam agama Islam.

Saat ini video tersebut sudah disebar oleh beberapa akun Youtube. Tidak diketahui siapa nama wanita itu.
Wanita itu mengaku jika rumahnya di Boron Jambu Makassar.

Jika menyimak dari video, mulanya wanita itu berbicara seperti bahasa Arab. Dikatakannya, jika ia juga mendapat mukjizat Alquran.

"Saya diberi petunjuk agar mengungsilah seluruh umat ke Indonesia Makassar karena dunia akan hancur. Masuklah semua Islam," ucapnya. (ert)

Pusat Serahkan Relang Dikelola Pemko Batam

BATAM - Kementerian Koordinator bidang Perekonomian memastikan konsep Free Trade Zone (FTZ) akan tetap diberlakukan di wilayah Pulau Batam. Sementara kawasan Rempang dan Galang (Relang) akan dijadikan kawasan ekonomi khusus (KEK). Nantinya, daerah Relang akan dikelola Pemko Batam.

“Nanti Pemko Batam kerja sama dengan swasta. Tapi semua nanti tergantung Presiden,” kata anggota tim ahli revitalisasi FTZ Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) dari Kemenko Perekonomian, Umar Juoro, di Hotel Harmoni Nagoya, Batam.

Umar enggan banyak berkomentar soal pengembangan KEK di Relang. Hanya saja, sesuai arahan dari Menko Perekonomian Darmin Nasution, Relang harus dikembangkan menjadi KEK untuk industri teknologi tinggi.

“Untuk memberikan nilai tambah bagi industri di Batam,” jelasnya.

Umar kemudian membeberkan, konsep FTZ masih akan tetap diberlakukan di pulau Batam. Hanya saja, nantinta FTZ Batam akan disempurnakan dengan penerapan skema free trade arrangement (FTA). FTA dipandang dapat meningkatkan daya saing industri di Batam sehingga dapat mengangkat kembali pertumbuhan ekonomi Batam dan Kepri.

Pada awalnya, konsep FTZ memang dianggap menguntungkan karena investasi masuk diakibatkan bebas pajak serta upah buruh dan lahan murah. Namun seiring waktu, konsep FTZ jadi statis karena upah dan harga lahan jadi tinggi.

“Batam jadi tidak menarik lagi, ” katanya.

Menurut Umar, FTA akan menjadi penyempurna dari FTZ. Karena pada dasarnya, salah satu kebijakan FTA yakni meniadakan bea masuk (BM) sebesar 10 persen.

“FTA membuat konsep FTZ menjadi dinamis. Meniadakan BM merupakan insentif yang dibutuhkan investor. Lagipula merumuskannya akan lebih mudah di tingkat menteri,” ujar Umar.

Ekonom senior dari Central of Information and Development Studies (CIDES) ini mengatakan, untuk mengubah kebijakan mengenai BM, maka tinggal merevisi peraturan pemerintah tentang FTZ yang memuat mengenai peraturan teknis besaran BM dari wilayah FTZ menuju wilayah pabean Indonesia.

Menurut Umar, Kemenko Perekonomian menganggap FTA menjadi solusi terbaik untuk mengatasi kelesuan ekonomi di Batam saat ini. Sementara opsi lainnya menjadikan Batam sebagai wilayah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tidak akan efektif.

Korem WP Bangun Kodim Lingga

Batamoke.com - Komandan Resort Militer (Korem) 033/Wira Pratama, Brigjen TNI Fachri beserta staf melaksanakan Kunjungan Kerja ke Kabupaten Lingga.

Rombongan Danrem 033/WP tiba di pelabuhan Tanjung Buton, di sambut penuh keakraban oleh Wakil Bupati Lingga Muhammad Nizar S.Sos  beserta staf.

Danrem beserta rombongan berangkat, dari Pelabuhan Plantar 1 Tanjungpinang, menggunakan Kapal Kepri 4, pukul 07.00 Wib dan tiba di Pelabuhan Tanjung Buton Daik Lingga pk 10.10. Wib, dengan aman dan lancar.

Bertempat di gedung daerah Daek Lingga, Danrem dan rombongan di terima hangat oleh Bapak Wabup dengan secara akrab dan dilanjutkan perkenalan.

Danrem 033/WP Brigjen TNI Fachri, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Pemkab Lingga dalam kerjasamanya selama ini dapat berjalan dengan baik.

Rencananya akan dibangun Kodim Lingga, yang saat ini sudah dalam pengkajian Pusat, dimana Danrem mengatakan diharapkan segera dibangun, setelah kunjungan ini. (wir)

Kejari Batam Gelar Pekan Olahraga

Batamoke.com - Bersempena dengan Hari Bhakti Adhyaksa ke 57 tahun 2017, Kejaksaan Negeri Batam gelar Pekan Olahraga dengan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan..

Kajari Batam, R. Adi Wibowo SH dalam kata sambutannya, saat akan melepas peserta jalan sehat mengatakan, dengan olahraga kita dapat memelihara semangat kebersamaan, serta memelihara tingkat kesegaran mental dan kebugaran fisik dari hantaman kegiatan pekerjaan rutin sehari-hari.

" Dengan kesegaran mental dan kebugaran fisik diharapkan dapat meningkatkan kinerja untuk negeri ini.,” kata Kajari Batam, Adi Wibowo SH.

Ditambahkan Kajari, dengan kegiatan Pekan Olahraga, dalam rangka memperingatan Hari Bhakti Adhyaksa ini, diharapkan dapat mempersatukan dan mengikat tali persaudaraan, antara insan Adhyaksa dengan masyarakat. Sehingga keberadaan Kejari Batam, dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Batam umumnya.

Untuk itu Ia mengajak kepada keluarga besar Adhyaksa, dan seluruh peserta untuk mensukseskan dan memeriahkan kegiatan Pekan Olahraga dan Hari Bhakti Adhyaksa ke 57 tahun ini. (had)