» » Ahok Kalah Poling Pilgub DKI, Golkar Galau

Ahok Kalah Poling Pilgub DKI, Golkar Galau

Ditulis Oleh: Redaksi | Rabu, 28 September 2016 | No comments

JAKARTA - Partai Golongan Karya (Golkar) menggelar poling Gubernur DKI 2017 melalui akun Twitter resmi @Golkar5. Ironisnya dalam poling tersebut Ahok-Djarot yang merupakan jagoan Golkar kalah telak oleh Agus Yudhoyono-Silvy.

Golkar pun galau dan akhirnya menghapus polling tersebut. Padahal polling itu di-posting pada Sabtu (24/9/2016) atau sehari setelah dipastikan ada tiga pasangan calon yang mendaftar ke KPU DKI Jakarta.

"Menurut anda, pasangan mana yang paling pas memimpin DKI Jakarta 2017-2022?," begitu kalimat pertanyaan yang diajukan akun @Golkar5.

Namun, hasil polling menunjukkan pasangan calon yang diusung Golkar bersama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Hanura, dan Nasdem, yakni petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, kalah dari dua pesaingnya.

Hingga sore tadi, 2.097 netizen mengisi poling itu. Pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni berada di posisi tertinggi.

Pasangan yang diusung Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Amanat Nasional, dan Partai Persatuan Pembangunan itu unggul dengan persentase pilihan responden 48 persen.

Sementara itu, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang didukung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendapatkan perolehan 27 persen. Adapun pasangan Ahok-Djarot berada di peringkat paling bontot dengan perolehan pilihan hanya 25 persen.

Polling itu pun langsung dihapus akun @Golkar5.

Wakil Sekjen Partai Golkar Dave Laksono membenarkan bahwa @Golkar5 adalah akun resmi partainya. Ia juga mengakui soal polling yang sempat dibuat itu. Menurut dia, polling itu dibuat atas inisiatif admin Twitter.

"Iseng-iseng saja, dilempar biar ramai, cuma tidak sesuai dengan harapan atau ekspektasi, lalu daripada jadi masalah, ya direvisi," kata Dave di Jakarta, Selasa (27/9/2016).

Golkar menilai polling di internet tidak tepat untuk menggambarkan suara keseluruhan masyarakat Jakarta.

Menurut dia, Golkar akan mencoba membuat survei yang lebih profesional. "Nanti akan ada survei lagi yang bisa merepresentasikan fakta sebenarnya," kata Dave.(man)



sumber: kompas
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya