» » Ahok Hina Islam, Polri Diam Membisu. Adilkah?

Ahok Hina Islam, Polri Diam Membisu. Adilkah?

Ditulis Oleh: Redaksi | Senin, 10 Oktober 2016 | No comments


SULTENG - Selama ini Polri terutama di bawah kepemimpinan Jenderal Tito Karnavian begitu garang ketika menghadapi isu teroris yang kerap disandangkan kepada umat Islam. Namun ketika Ahok, Cagub DKI Jakarta melecehkan dan menistakan Al-Quran, Polri diam membisu seperti ditelan bumi. Adilkah?

Ustaz Hartono, Pimpinan Ponpes Hidayatullah Palu, yang bergabung dalam aksi demonstrasi mengecam Ahok di Sulawesi Tengah mengecam pilih kasih aparat kepolisian pada penegakan hukum terutama kepada Ahok dan kaum kafir di Indonesia.

"Kami turun ke jalan karena pangillan aqidah, bukan karena bayaran dari pihak berkepentingan dalam Pilkada Jakarta. Ahok telah menistakan agama Islam dengan mengatakan isi Alquran sebuah kebohongan," kata Hartono disambut takbir peserta aksi.

Hartono menambahkan, jika Ahok tidak diproses secara hukum, maka akan menimbulkan reaksi yang lebih besar dari umat Islam. "Kami ikhlas umat Islam yang dituduh teroris untuk diproses hukum, tapi kenapa mereka yang melecahkan Islam tidak diproses secara hukum pula. Jangan heran jika ummat Islam marah karena hukum tidak adil," katanya lagi.

Sementara ratusan pendemo yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Muslim Sulawesi Tengah menggelar aksi demonstrasi di Markas Polda Sulteng, di Palu, Ahad. Mereka menuntut Polri menindaklanjuti pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok.

Demonstrasi digelar organisasi yang tergabung dalam aliansi, yakni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pemuda Muhammadiyah (IPM), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Lembaga Dakwah Kampus (LDK), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Pelajar Islam Indonesia (PII), dan Unit Pengkajian Islam Mahasiswa Untad.(red)

(republika.co.id)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya