» » Ahok Terbukti Nistakan Agama Islam, Jokowi Diam Seribu Bahasa

Ahok Terbukti Nistakan Agama Islam, Jokowi Diam Seribu Bahasa

Ditulis Oleh: Redaksi | Rabu, 12 Oktober 2016 | 1 comment

JAKARTA - Ahok sudah terbukti menistakan agama Islam dengan menyebut surat Al-Maidah 51 bohong dan para ulama membohongi umat. Namun hingga kini Presiden Joko Widodo tak juga menggubris keresahan umat Islam.

Jokowi terkesan bungkam dan seoalah masih melindungi Ahok yang telah melukai hati ratusan juta umat Islam Indonesia dan dunia.

Presiden didesak bersikap atas dugaan penistaan agama oleh Gubernur Ahok. Pasalnya, kasus tersebut dinilai sudah menjadi persoalan nasional yang sangat membahayakan persatuan NKRI.

"Kita juga semua ingin tahu sikap dari presiden kita, Bapak Jokowi. Sebagai Kepala Negara yang terpilih oleh dukungan mayoritas penduduk Indonesia, sudah saatnya Pak Jokowi juga berpendapat dan tegas kepada aparatnya yang telah melakukan penistaan agama," ujar tokoh muda Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/10).

Doli menyebut, Jokowi jangan bersikap seolah-olah tidak ambil peduli dan nanti bisa menimbulkan kesan justru mendukung apa yang dinyatakan Ahok. "Apalagi bagi kami kader Partai Golkar, sikap itu penting, karena Pak Jokowi sudah menjadi calon Presiden Partai Golkar secara resmi pada tahun 2019," kata dia.

Di sisi lain, Doli melihat sudah saatnya Dewan Pembina dan Dewan Kehormatan Golkar segera mengadakan rapat, membuat sikap, dan memberikan saran serta pertimbangan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) terkait efek apabila Golkar tetap mendukung Ahok. Dewan-dewan tersebut memiliki tugas dan fungsi yang harus dijalankan. Di dalam AD/ART, Dewan Kehormatan bertugas memberikan pertimbangan terutama terkait dengan hal normatif dan etis, menjaga agar doktrin kekaryaan, paradigma baru, dan seluruh nilai kepartaian dan ke-Indonesiaan tetap tegak dan senantiasa berkembang dalam tubuh partai. Jadi, kata Doli, ini adalah momentum Dewan Kehormatan menunjukkan eksistensinya.

Apalagi dewan tersebut diketuai oleh BJ Habibie yang merupakan tokoh, sesepuh partai, sekaligus pendiri Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI). Ada juga Akbar Tandjung yang pernah menjadi Ketua Umum. Dewan Pembina juga penting memberikan pertimbangan politis makro strategis kepada DPP, terkait dampak negatif apabila Golkar tetap mendukung Ahok. 
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

1 komentar:

Nova Sabtu, 30 September, 2017

Sungguh bermanfaat artikelnya gan... thanks ya gan..

Agen Casino
Agen Kasino
Bandar Casino
Casino Online
Live Kasino