» » PGRI Batam Gelar Konferensi Kerja I

PGRI Batam Gelar Konferensi Kerja I

Ditulis Oleh: Redaksi | Jumat, 07 April 2017 | No comments


Pemerintah Wajib Perhatikan Anggaran Pendidikan

BATAM - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Batam masa bakti 2016-2020 menggelar Konferensi Kerja (Konker) I yang dibuka Wakil Walikota Batam, Amsakar Ahmad di Vista Hotel, Kamis (6/4/2017).

Konferensi Kerja ini dihadiri oleh Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Hardi S Hood, Wakil Walikota Batam, Amsyakar Ahmad, Ketua PGRI Kota Batam Rustam Effendi dan Sekretaris PGRI Kota Batam Vadilifa, Kadisdik Kota Batam Muslim Bidin, Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, M Yunus S.Pi. Sebanyak 1.500 anggota PGRI Kota Batam juga hadir menyemarakkan konferensi kerja I PGRI Kota Batam tersebut.

Ketua PGRI Kota Batam, Rustam Effendi dalam sambutannya mengharapkan agar Wali Kota dan Wakil Walikota Batam memberi perhatian terhadap dunia pendidikan di Batam. Perhatian tersebut, tambah Rustam yakni dengan menunjang anggaran pendidikan dan membantu pencairan dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Sejauh ini, Rustam mengaku sekolah sudah menuntaskan persyaratan termasuk pembuatan Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RAKS) untuk pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Namun untuk pencairan dana BOS masih menunggu Peraturan Wali Kota (Perwako) Batam.

"Kami berharap dalam waktu dekat ini dana BOS bisa segera dicairkan sehingga gaji guru honorer sekolah bisa dibayar," ujar Rustam. Pencairan gaji guru honorer sekolah yang bersumber dari Dana BOS masih terganjal karena belum diterbitkannya Perwako yang mengatur tentang pencairan dana BOS.

Rustam juga mengungkapkan persoalan kesejahteraan guru honorer di Batam saat ini. Persoalan tersebut yakni masih minimnya gaji guru honorer sekolah di Batam. Ia menegaskan akan memperjuangkan agar gaji guru honorer di Batam bakal naik pada tahun 2018.

Ketua Panitia Konferensi Kerja PGRI I, Rahip S.Pd mengatakan bahwa konferensi kerja PGRI Batam dihadiri oleh ribuan anggota PGRI Kota Batam. Salah satu hal penting yang dibahas dalam konferensi kerja kali ini adalah merumuskan program kerja tahun 2016. Rahip juga mengapresiasi guru-guru anggota PGRI yang hadir dalam acara tersebut. Kehadiran guru-guru tersebut menunjukkan bahwa anggota PGRI Kota Batam kompak.

"Sesuai AD/ART PGRI, konferensi ini merupakan kegiatan tahunan PGRI Kota Batam. Kami membawa aspirasi anggota yang perlu diaspirasikan lewat konferensi kerja kali ini. Kami juga punya harapan dimana tahun 2018 punya agenda konferensi kerja tingkat nasional yang digelar di Provinsi Kepri," kata Rahip.

Dalam konferensi kerja I PGRI Kota Batam juga digodok agar pelaksanaan konferensi kerja nasional PGRI bisa digelar di Batam. Momentum konferensi kerja nasional PGRI yang digelar di Batam tersebut penting, terutama dalam menunjang program pemerintah di sektor pariwisata. Rahip optimis konferensi kerja nasional PGRI bisa digelar di Batam, karena pulau berbentuk kalajengking ini punya nilai lebih. Karenanya, kata dia, pihaknya berupaya meyakinkan Pengurus Besar (PB) PGRI bahwa Batam siap menjadi tuan rumah konferensi kerja nasional PGRI pada tahun 2018.

"Sekarang kan wacananya baru di Provinsi Kepri, dimana di Kepri? Agenda kita bagaimana Batam bisa menjadi tuan rumah, karena konferensi itu bakal dihadiri 3-4 ribu guru, pengurus PGRI seluruh Indonesia akan datang ke Batam. Dari sana ekonomi Batam akan menggeliat," paparnya.

Ditanya jumlah anggota PGRI Kota Batam, Rahip mengungkapkan bahwa jumlahnya mencapai 14 ribu orang meliputi guru TK, SD, SMP, SMA dan SMK. Dari jumlah itu guru yang aktif mencapai 8-9 ribu orang. (red)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya