» » ICMI Desok Rezim Jokowi Tak 'Membantai' Simpatisan HTI

ICMI Desok Rezim Jokowi Tak 'Membantai' Simpatisan HTI

Ditulis Oleh: Redaksi | Kamis, 10 Agustus 2017 | No comments

JAKARTA - Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia Jimly Asshiddiqie menyambut baik rencana pemerintah untuk menerbitkan surat keputusan bersama (SKB) terkait peringatan dan pembinaan terhadap mantan anggota Hizbut Tahrir Indonesia.

"Ya kalau SKB untuk pembinaan tidak apa-apa, itu perlu," ujar dia saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (9/8).

Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) justru juga berharap pemerintah turut memasukkan unsur-unsur yang dapat memperkuat pendidikan moral bangsa, dalam penyusunan naskah SKB eks anggota HTI itu. "Misalnya, nanti dalam implementasi, selain pembinaan juga ada penataran soal Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Saya kira perlu itu penataran ulang P4," tuturnya.

Kendati mendukung rencana pemerintah, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Bidang Hukum dan Ketatanegaraan pada 2009-2010 ini menegaskan, bahwa dikeluarkannya SKB yang dikoordinasikan oleh Kemenko Polhukam itu, jangan sampai menjadi awal timbulnya praktik persekusi terhadap bekas aktivis HTI.

"Jangan sampai dipakai untuk persekusi, itu bisa melanggar HAM. Bangsa kita ini suka latah, terbukti pada tahun 1965. Sudah lingkungan tidak bebas, masalah jadi melebar ke mana-mana, ini jangan sampai begitu," ucap dia.(hd/rp)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya